Tags: Optimis

20 NOV 2017

Sewaktu masih SMA dulu saya berusaha kuat untuk menumbuhkan rasa percaya diri serta optimisme. Maklum ya.. anak desa yang sekolah di kota, bertemu dengan teman-teman yang sudah "pede-pede". Tampilan teman-teman saya (yang notabene orang kota) waktu baru masuk SMA juga sudah kelihatan "modis-modis" (bahasa di daerah saya di Jawa Timur sana yang "bahasa kotanya" diartikan stylish), beda tentunya dengan saya yang waktu itu masih kelihatan "culun" dan "ndesit" (baca:  ndeso banget).   Salah satu cara saya membangun rasa optimis dan percaya diri pada waktu itu adalah dengan buat jargon tulisan: "Percaya diri merupakan awal dari prestasi" yang saya tulis di buku tulis dan buku mata pelajaran yang saya punya. Waktu itu belum ada Facebook seperti saat ini, kalau sudah ada mungkin juga nyetatus juga ya.. hehe... Efek dari jargon kata-kata yang saya tulis tersebut ternyata sangat dahsyat. Pelan tapi pasti kepercayaan diri saya makin meningkat, ditunjang lagi dengan kemampuan akademik yang mendukung pula tentunya..   Begitu juga waktu saya merintis usaha Alat Listrik yang saya mulai dari satu etalase, kalau di Listrikmart senilai Paket 5 Juta, saya berusaha membangun rasa optimis dengan mengatakan bahwa: "Saya adalah pengusaha alat listrik". Image pengusaha tentu lebih tinggi ya.. daripada image sebagai pedagang.. Kalau tidak percaya, coba waktu kenalan dengan wanita cantik (bagi laki-laki terutama yang masih jomblo hehe..) atau artis sekalipun atau berkenalan dengan pengusaha sukses atau berkenalan dengan pejabat publik, lebih pede status pekerjaan sebagai pengusaha atau sebagai pedagang? Pastilah lebih pede sebagai pengusaha bukan?   Konsekuensinya seorang pengusaha haruslah inovatif, selalu berpikir positif, kreatif dan pantang menyerah untuk mengembangkan usahanya menjadi maju sampai titik darah penghabisan. Jadi wajib hukumnya seorang pengusaha untuk OPTIMIS selalu... Optimis Always.. !!

 

@PESAN INSTAN